Jumat, 05 Desember 2014

GELOMBANG

Gelombang merupakan suatu keadaan dimana suatu benda ataupun objek yang bergetar dan getaran benda ataupun objek tersebut merambat dalam suatu bidang. Sehingga secara singkat dapat diartikan bahwa gelombang merupakan suatu getaran yang merambat. Suatu gelombang akan terus terjadi bilamana sumber getar dalam gelombang tersebut terus bergetar dalam medium perambatnya. Berdasarkan medium perambatnya, gelombang dibagi menjadi 2, yaitu gelombang mekanik dan gelombang elektromagnetik. Gelombang mekanik yaitu gelombang yang memerlukan medium di dalam perambatannya. Contoh gelombang mekanik antara lain: gelombang bunyi, gelombang permukaan air, dan gelombang pada tali. Gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang tidak memerlukan medium dalam perambatannya. Contoh : cahaya, gelombang radio, gelombang TV, sinar – X, dan sinar gamma.

Apabila kita perhatikan berdasarkan arah getar dan arah rambatnya, jenis-jenis gelombang dapat dibagi menjadi 2 kelompok, yakni gelombang transversal dan gelombang longitudinal. Berikut akan saya jelaskan satu persatu mengenai penjelasan apa itu gelombang transversal dan gelombang longituinal.

1.      Gelombang Transversal
Pernahkah kalian mengikatkan satu ujung tali ke tiang, dan satu ujung talinya lagi digoyangkan, maka akan terbentuk banyak bukit dan lembah di tali yang digoyangkan tadi, inilah salah satu contoh khasus mengenai gelombang transversal.

Gelombang transversal merupakan keadaan suatu gelombang dimana arah getar gelombang tersebut tegak lurus dengan arah rambatnya

Gambar Penjelasan mengenai Gelombang Transversal
 
 
2.      Gelombang Longitudinal
Gelombang logitudinal adalah gelombang yang arah getar dan arah rambatnya terjadi searah atau bisa dikatakan merambat dalam arah yang berimpitan dengan arah getaran pada tiap bagian yang ada. Gelombang yang terjadi berupa rapatan dan renggangan. Contoh khasus yang bisa menggambarkan mengenai contoh gelombang longitudinal salah satunya adalah permainan slinky. Slinky merupakan suatu benda yang  menyerupai per namun memiliki tingkat kelenturan yang lebih tinggi dibandingkan dengan per.


Contoh Gambar Slinky

Bila kita menarik slinky tersebut pada 2 arah yg berlawanan kemudian salah satu ujungnya kita lepaskan, maka akan terjadi aliran gelombang pada slinky tersebut dimana arah getarnya akan searah dengan arah rambat gelombangnya.
 

Gambar Penjelasan Mengenai Gelombang Longitudinal

Berdasarkan gambar kita ketahui bahwa arah rambat gelombangnya ke kiri dan ke kanan, dan arah getarnya ke kiri dan ke kanan pula. Oleh karena itu gelombang ini adalah gelombang longitudinal yang arah getar dan arah rambatnya sejajar. Contoh gelombang ini adalah Gelombang bunyi, di udara yang dirambati gelombang ini akan terjadi rapatan dan renggangan pada molekul-molekulnya, dan saat ada rambatan molekul-molekul ini juga bergetar. Akan tetapi getaranya hanya sebatas gerak maju mundur dan tetap di titik keseimbang, sehingga tidak membentuk bukit dan lembah.
Berdasarkan amplitudo atau simpangan terjauhnya, gelombang juga dikelompokkan menjadi 2 macam, yakni gelombang stasioner dan gelombang berjalan. Apa itu gelombang stasioner? Apa bedanya dengan gelombang berjalan?  Berikut penjelasannya.

1.      Gelombang Stasioner
Gelombang stasioner adalah jenis gelombang yang mempunyai amplitudo tak tetap atau berubah-ubah. Lazimnya amplitudo ini berkisar antara nol sampai pada suatu nilai maksimum tertentu. Selain definisi tersebut, gelombang stasioner juga diartikan sebagai gelombang dengan bentuk yang tidak bergerak melalui suatu medium, melainkan diam. Gelombang ini merupakan lawan dari gelombang berjalan atau juga gelombang merambat dimana bentuk gelombangnya bergerak pada sebuah medium lengkap dengan kelajuan gelombangnya. Gelombang stasioner ini dikenal juga dengan nama gelombang berdiri atau gelombang tegak.


Gelombang stasioner ini kembali dibagi menjadi dua kelompok besar yakni:
·         Gelombang stasioner yang diakibatkan oleh pemantulan di ujung terikat.
·         Gelombang stasioner dengan ujung bebas.

Untuk mengamati gelombang stasioner ini, cobalah ambil seutas tali dengan panjang kurang lebih satu meter. Pada ujung yang satu, ikatlah ke tiang. Adapun ujung lainnya, biarkan saja. Selanjutnya, bagian ujung tali yang bebas digoyang-goyangkan ke atas dan ke bawah secara berulang. Amati gerakan yang terjadi saat Anda menggoyangkan tali. Gerakan tersebut adalah gelombang yang merambat mulai dari ujung tali bebas sampai ke ujung tali yang diikat di tiang. Gelombang yang ada lihat tersebut dinamai gelombang dating. Saat gelombang dating tersebut tiba pada ujung tali yang terikat, maka ia akan dipantulkan.

Untuk menghitung jumlah waktu yang dibutuhkan gelombang tersebut merambat, maka digunakan persamaan sebagai berikut:
·         y1= A sin 2π/T (t- (l-x)/v) digunakan menghitung gelombang datang.
·         y2= A sin 2π/T (t- (l+x)/v+ 1800) digunakan menghitung gelombang pantul.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita lazim menjumpai gelombang stasioner ini. Misalnya saja pada senar gitar yang sedang dipetik. Getaran pada senar tersebut merambat dari titik awal ke titik akhir dengan amplitudo yang berubah-ubah.


2.      Gelombang Berjalan
Gelombang berjalan adalah gelombang dengan amplitudo yang tetap. Ia merupakan lawan dari gelombang stasioner. Amplitudo gelombang berjalan ini bisa diamati pada seutas tali. Meskipun tali tersebut digetarkan berulang-ulang maka amplitudonya akan selalu tetap. Untuk mengamati jenis gelombang ini, cobalah ambil tali dengan panjang kurang lebih 1 meter. Gerakkan tali tersebut berulang-ulang ke atas dan ke bawah. Maka akan terlihat gelombang yang berjalan menuju ujung lain dan terlihat stabil atau tetap.


Dalam menghitung besaran gelombang dan waktu yang diperlukan untuk merambat, maka persamaan yang digunakan sebagai berikut:
tp= t- x/v
Titik O adalah sumber getaran dan titik P adalah ujung getaran dengan jarak tertentu dari titik O. Jarak ini kita simbolkan dengan X. Pada saat titik O digoyangkan maka getarannya akan merambat ke titik P. Waktu yang dibutuhkan gelombang tadi untuk merambat adalah x/v.

 SIFAT-SIFAT GELOMBANG
a. Dipantulkan (Refleksi)
Tentunya sahabat sudah sangat mengerti tentang pemantulan ini, jadi secara garis besar saya rasa kita sudah sepaham.
Dalam pemantulan gelombang berlaku hukum pemantulan gelombang, yaitu :
1. Besar sudut datangnya gelombang sama dengan sudut pantul gelombang. Gelombang datang, 2. gelombang pantul, dan garis normal terletak pada satu bidang datar.

b. Dibiaskan (refraksi)
Pembiasan gelombang adalah pembelokan arah rambat gelombang karena melalui medium yang berbeda kerapatannya.


c. Dipadukan (interferensi)

Perpaduan gelombang terjadi apabila terdapat gelombang dengan frekuensi dan beda fase saling bertemu. Hasil interferensi gelombang akan ada 2, yaitu konstruktif (saling menguatkan) dan destruktif (saling melemahkan). Interferensi Konstruktif terjadi saat 2 gelombang bertemu pada fase yang sama, sedangkan interferensi destruktif terjadi saat 2 gelombang bertemu pada fase yang berlawanan. 

d. Dibelokkan/disebarkan (Difraksi)

Difraksi gelombang adalah pembelokkan/penyebaran gelombang jika gelombang tersebut melalui celah. Geja difraksi akan semakin tampak jelas apabila celah yang dilewati semakin sempit.

e. Dispersi Gelombang

Dispersi adalah penyebaran bentuk gelombang ketika merambat melalui suatu medium. Dispersi tidak akan terjadi pada gelombang bunyi yang merambat melalui udara atau ruang hampa. Medium yang dapat mempertahankan bentuk gelombang tersebut disebut medium nondispersi.

f. Dispolarisasi (diserap arah getarnya)
Polarisasi adalah peristiwa terserapnya sebagian arah getar gelombang sehingga hanya tinggal memiliki satu arah saja. Polarisasi hanya akan terjadi pada gelombang transversal, karena arah gelombang sesuai dengan arah polarisasi, dan sebaliknya, akan terserap jika arah gelombang tidak sesuai dengan arah polarisasi celah tersebut.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzVAn7YNQ_2shEoVKx9pmwxzOGREXhmrN5nyAiaBCXfiuDl0G5nYVtT8lEnw5dAhVEn0RoY_4bHeVHnncyIFI6bdayFjRT2yWd9w2OYpUtC_iHJWckyCRoGMOs6lu04QaqOvrIZ6fzg4Q/s1600/Polarisasi+gelombang.jpg


PEMANFAATAN GELOMBANG
Sangat banyak pemanfaatan dari gelombang dengan mempertimbangkan berbagai sifat gelombang yang ada di sekitar kita. Beberapa diantaranya adalah
  • Gelombang TV dan Radio untuk komunikasi.
  • Gelombang Micro yang dimanfaatkan untuk memasak makanan atau yang kita kenal dengan microwave
  • Gelombang bunyi yang sangat membantu bidang kesehatan, yaitu Ultrasonik pada peralatan USG untuk memeriksa ada tidaknya penyakit.
 

FABRIKASI SIRKUIT TERPADU (IC)



Pendahuluan
Pada kesempatan kali ini penulis ingin mengajak para pembaca untuk mengetahui bagaimana dasar ataupun seluk beluk pembuatan bahan mikroelektronika (IC) sehingga bisa digunakan untuk perakitan alat – alat elektronik, mulai dari perencanaan bagian-bagian khusus dari silicon untuk menghasilkan oksida dan dopant, lithography teknik untuk mendesain sirkuit ke lempengan (waver) silicon dalam proses fabrikasi IC, hingga metode industry dan bahan terpadu untuk mencetak papan sirkuit dalam satu kemasan.
Dalam proses pembuatannya, ketelitian merupakan factor penting dalam pembuatan IC. Seperti yang kita semua tahu, IC merupakan komponen krusial dalam suatu alat elektronik, karena tanpa adanya IC suatu alat elektronik tidak akan berfungsi sama sekali. Jika kita sedikit flashback ke masa lalu, untuk membuat suatu komputer diperlukan tempat seluas lapangan sepakbola. Setelah ditemukannya teknologi IC, komputer saat ini memiliki ukuran yang sangat kecil. Dalam elektronik, sebuah sirkuit terpadu (IC) adalah sebuah miniatur sirkuit elektronik (terutama terdiri dari perangkat semikonduktor , serta komponen pasif ) yang telah diproduksi di permukaan tipis substrat dari semikonduktor material. IC digunakan dalam hampir semua peralatan elektronik yang digunakan saat ini dan telah merevolusi dunia elektronik.
Sirkuit Terpadu atau IC dapat diklasifikasikan ke dalam analog , digital dan sinyal campuran (baik analog dan digital pada chip yang sama).  IC adalah komponen dasar yang terdiri dari resistor, transistor, dioda dan komponen lainnya. IC adalah komponen yang dipakai sebagai otak peralatan dalam peralatan elektronika. IC (Sirkuit Terpadu) adalah rangkaian kompleks yang dibuat pada sebuah irisan kecil silikon. Sebuah IC dapat memuat 10 hingga lebih dari 100.000 perangkat aktif.


Proses fabrikasi

            Fabrikasi IC merupakan suatu proses dan langkah-langkah pembuatan sirkuit terpadu atau yang biasa kita kenal dengan IC. Banyak proses ataupun tahapan dari pembuatan IC ini, mulai dari proses fotografi, proses kimia, proses pemurnian, serta langkah-langkah lainnya yang dilakukan secara bertahap di atas wafer yang terbuat dari semikonduktor murni. Proses produksi keseluruhan mulai dari chip dikemas hingga siap untuk dipasarkan memakan waktu sekitar 6 sampai 8 minggu dan dilakukan dalam fasilitas yang sangat khusus disebut sebagai fab
            IC terbentuk dari bahan semikonduktor, dan bahan semikonduktor yang paling banyak digunakan saat ini adalah silicon.
            Pasir (terutama quartz), mempunyai persentase silikon yang tinggi di dalam bentuk Silicon Dioxide (SiO2) dan pasir merupakan bahan pokok untuk memproduksi semiconductor.
            Setelah memperoleh mentahan dari pasir dan memisahkan silikonnya, materiil yang kelebihan dibuang. Lalu, silikon dimurnikan secara bertahap hingga mencapai kualitas ‘semiconductor manufacturing quality’, atau biasa disebut ‘electronic grade silicon’. Pemurnian ini menghasilkan sesuatu yang sangat dahsyat dimana ‘electronic grade silicon’ hanya boleh memiliki satu ‘alien atom’ di tiap satu milyar atom silikon. Setelah tahap pemurnian silikon selesai, silikon memasuki fase peleburan. Pada saat silicon dileburkan, maka akan muncul kristal yang berukuran besar dan hasilnya akan muncul kristal tunggal yang disebut Ingot.
            Dalam dunia assembly IC, semikonduktor dibentuk dalam suatu piringan yang besar. Pringan tersebut disebut wafer. Wafer ini berisi ratusan otak dari IC.
Silikon wafer tersedia dalam berbagai ukuran dari 25,4 mm (1 inci) hingga 300 mm (11,8 inci). Berikut beberapa ukuran dari wafer :
  • 1 inci.
  • 2 inch (50.8 mm). 2 inci (50,8 mm). Thickness 275 µm . Ketebalan 275 μm .
  • 3 inch (76.2 mm). 3 inci (76,2 mm). Thickness 375 µm. Ketebalan 375 μm.
  • 4 inch (100 mm). 4 inci (100 mm). Thickness 525 µm. Ketebalan 525 μm.
  • 5 inch (127 mm) or 125 mm (4.9 inch). 5 inch (127 mm) atau 125 mm (4,9 inci). Thickness 625 µm. Ketebalan 625 μm.
  • 150 mm (5.9 inch, usually referred to as "6 inch"). 150 mm (5,9 inci, biasanya disebut sebagai "6 inci"). Thickness 675 µm. Ketebalan 675 μm.
  • 200 mm (7.9 inch, usually referred to as "8 inch"). 200 mm (7,9 inch, biasanya disebut sebagai "8 inci"). Thickness 725 µm. Ketebalan 725 μm.
  • 300 mm (11.8 inch, usually referred to as "12 inch" or "Pizza size" wafer). 300 mm (11,8 inci, biasanya disebut sebagai "12 inch" atau "Pizza ukuran" wafer). Thickness 775 µm. Ketebalan 775 μm.
  • 450 mm ("18 inch"). 450 mm ("18 inch"). Thickness 925 µm (expected). Ketebalan 925 μm (diharapkan).
Sebelum wafer dipotong – potong menjadi sebuah chip, wafer tersebut terlebih dahulu melalui beberapa tahapan pengujian wafer untuk memastikan wafer tersebut layak untuk dipergunakan.

            Proses pertama dalam pembuatan IC adalah wafer tersebut akan dipotong-potong menjadi bagian-bagian yang kecil. Sebelum dilakukan proses pemotongan, wafer tersebut akan ditempatkan pada blue tape sehingga ketika dipotong, potongannya tidak akan tercecer. Potongan-potongan wafer ini diberi nama chip.  Proses selanjutnya adalah meletakan die ke leadframe. Leadframe adalah sebuah komponen yang terbuat dari tembaga yang berfungsi sebagai kaki-kaki pada IC. Die direkatkan ke leadframe menggunakan epoxy(lem khusus chip semikonduktor). Setelah direkatkan kemudian leadframe dipanaskan agar epoxy mengeras dan die tidak lepas dari leadframe.

            Proses selanjutnya adalah wirebond, yaitu proses dimana kaki-kaki leadframe dihubungkan ke die menggunakan benang emas (gold wire). Diameter benang emas bergantung kepada spesifikasi dari IC itu sendiri. Panjang benang emas yang digunakan juga bergantung dari jumlah kaki IC tersebut. Semakin banyak kakinya akan semakin panjang benang yang diperlukan.

            Setelah wirebond, proses selanjutnya adalah molding(penutupan). Pada proses ini, leadframe yang sudah disambungkan menggunakan benang emas akan ditutup menggunakan compound, sehingga die dan benang emas yang semula terbuka akan tertutup oleh compound tersebut. Umumnya compound berwarna hitam. Pada proses ini leadframe sudah berbentuk seperti IC yang umum kita lihat.

            Proses selanjutnya adalah solder platting, dalam proses ini, IC dibersihkan kemudian kaki-kaki IC yang terbuat dari tembaga disepuh dengan timah sehingga berwarna perak.
Proses berikutnya adalah marking, pada proses ini IC diberi label tipe IC, nama perusahaan dsb. Kebanyakan sirkuit terpadu yang cukup besar untuk memasukkan informasi identitas mencakup empat bagian yang sama: nama produsen atau logo, nomor bagian, nomor bagian produksi batch dan / atau nomor seri, dan kode empat digit yang smengidentifikasi ketika chip dibuat. Tanggal manufaktur biasanya direpresentasikan sebagai tahun dua digit diikuti dengan kode minggu dua digit, seperti bagian sebuah bantalan kode 8341 dibuat di minggu 41 tahun 1983, atau sekitar bulan Oktober 1983. Sampai disini proses pembuatan IC sudah selesai.

            Selanjutnya IC akan dites menggunakan suatu alat yang dinamakan tester. Tiap IC memiliki tester masing-masing sesuai dengan karakteristik IC tersebut. Untuk IC yang sudah lulus uji, sudah dapat dikemas untuk siap digunakan dalam berbagai alat – alat elektronika.

Berikut adalah wujud dari sebuah IC.


Bahan Isolasi/Penyekat Listrik



Bahan isolasi atau penyekat adalah bahan yang berfungsi untuk menyekat antara 2 penghantar agar tidak terjadi aliran listrik/kebocoran arus apabila kedua penghantar tersebut bertegangan. Jadi bahan isolasi haruslah mempunyai tahanan jenis besar serta tegangan tembus yang tinggi. Bahan isolasi yang sering dipakai dalam ilmu kelistrikan adalah keramik, mika, tekstil, prespan, plastik, karet, barkelit, ebonit, dll.

Ada 3 jenis wujud dari bhan isolasi :

1.      Bahan isolasi berbentuk padat
2.      Bahan isolasi berbentuk cair
3.      Bahan isolasi berbentuk gas

Wujud bahan tertentu juga bisa berubah bilamana dipengaruhi oleh suhu yang ada di sekitarnya.

            Pada mesin – mesin listrik, kenaikan suhu pada penghantar dipengaruhi oleh resistansi panas bahan isolasi. Bahan isolasi tersebut hendaknya mampu meneruskan panas yang didesipasikan oleh penghantar atau rangkaian magnetik keudara sekelilingnya.
            Kemampuan larut bahan isolasi, resistansi kimia, higroskopis, permeabilitas uap, pengaruh tropis, dan resistansi radio aktif perlu dipertimbangkan pada penggunaan tertentu. Kemampuan larut diperlukan dalam menentukan macam bahan pelarut untuk suatu bahan dan dalam menguji kemampuan bahan isolasi terhadap cairan tertentu selama diimpregnasi atau dalam pemakaian. Kemampuan larut bahan padat dapat dihitung berdasarkan banyaknya bagian permukaan bahan yang dapat larut setiap satuan waktu jika diberi bahan pelarut. Umumnya kemampuan larut bahan akan bertambah jika suhu dinaikkan. Ketahanan terhadap korosi akibat gas, air, asam, basa dan garam bahan isolasi juga bervariasi antara satu pemakaian bahan isolasi didaerah yang konsentrasi kimianya aktif, instalasi tegangan tinggi, dan suhu diatas normal.
            Uap air dapat memperkecil daya isolasi bahan. Karena bahan isolasi juga mempunyai sifat hiigroskopis maka selam penyimpanan atau pemakaian diusahakan agar tidak terjadi penyerapan uap air oleh bahan isolasi, dengan memberikan bahan penyerap uap air, yaitu senyawa P2O5 atau CaCl2. Bahan yang molekulnya berisi kelompok hidroksil (OH) higroskopitasnya relatif besar dibanding bahan parafin dan polietilin yang tidak dapat menyerap uap air. Bahan isolasi hendaknya juga mempunyai permeabilitas uap (kemampuan untuk dilewati uap) yang besar, khususnya bagi bahan yang digunakan untuk isolasi kabel dan rumah kapasitor.
            Didaerah tropis basah dimungkinkan tumbuhnya jamur dan serangga. Suhu yang tinggi yang disertai kelembaban dalam waktu lama dapat menyebabkan turunnya kemampuan isolasi. Oleh karena bahan isolasi hendaknya dilapisi bahan anti jamur (paranitro phenol, dan phenta chloro phenol).
            Pemakaian bahan isolasi sering dipengaruhi bermacam – macam energi radiasi yang berpengaruh dan mengubah sifat bahan isolasi. Radiasi sinar matahari mempengaruhi umur bahan, khususnya jika bersinggungan dengan oksigen. Sinar ultra violet dapat merusak beberapa bahan organik, T yaitu kekuatan mekanik dan elastisitas. Sinar X sinar – sinar dari rekator nuklir, partikel – partikel radio isotop juga mempengaruhi kemampuan bahan isolasi.
            Sifat mekanis bahan kekuatan tarik, modulus elastisitas, dan derajat kekerasan bahan isolasi juga menjadi pertimbangan dalam memilih suatu jenis bahan isolasi.

 Sifat – Sifat Bahan Penyekat
Ada beberapa sifat bahan penyekat yang perlu kita ketahui sebagai dasar pemahaman kita tentang bahan penyekat. Sifat – sifat tersebut meliputi sifat listrik, sifat mekanis, sifat termis dan sifat kimia.
a)      Sifat Listrik
Sifat listrik yaitu suatu bahan yang mempunyai tahanan jenis listrik yang besar agar dapat mencegah terjadinya rambatan atau kebocoran arus listrik antara hantaran yang berbeda tegangan atau dengan tanah. Karena pada kenyataannya sering terjadi kebocoran, maka harus dibatasi sampai sekecil-kecilnya agar tidak melebihi batas yang ditentukan oleh peraturan yang berlaku (PUIL : peraturan umum instalasi listrik).

b)     Sifat Mekanis
Mengingat sangat luasnya pemakaian bahan penyekat, maka perlu dipertimbangkan kekuatannya supaya dapat dibatasi hal-hal penyebab kerusakan karena akibat salah pemakaian. Misal memerlukan bahan yang tahan terhadap tarikan, maka dipilih bahan dari kain bukan dari kertas karena lain lebih kuat daripada kertas.

c)      Sifat Termis
Panas yang timbul pada bahan akibat arus listrik atau arus gaya magnet berpengaruh kepada penyekat termasuk pengaruh panas dari luar sekitarnya. Apabila panas yang terjadi cukup tinggi, maka diperlukan pemakaian penyekat yang tepat agar panas tersebut tidak merusak penyekatnya.

d)     Sifat Kimia
Akibat panas yang cukup tinggi dapat mengubah susunan kimianya, begitu pula kelembaban udara atau basah disekitarnya. Apabila kelembaban dan keadaan basah tidak dapat dihindari, maka harus memilih bahan penyekat yang tahan air, termasuk juga kemungkinan adanya pengaruh zat-zat yang merusak seperti : gas, asam, garam, alkali, dan sebagainya.

Beberapa contoh bahan penyekat yang sudah sangan familiar antara lain :

1. KAIN

Kain atau tekstil termasuk bahan yang memiliki serat panjang. Kain ecara mekanis memiliki kekuatan yang cukup bagus dan tidak terjadi penyusutan Namun tegangan tembusnya masih lebih tinggi disbanding dengan kertas. Bahan isolasi kain biasanya terbuat dari serat tumbuh-tumbuhan dan binatang.
Dalam bidang kelistrikan kain dibuat dalam bentuk anyaman, dipergunakan sebagai pelindung atau pembungkus isolator pada kawat NGA. Tujuannya untuk memperkokh isolasi karet tersebut.

2. KERTAS

Kertas atau karton termasuk bahan bahan isolasi padat yang berserat pendek. Kertas atau karton pada dasarnya adalah selulosa dibuat dari kayu atau bambu dengan melalui proses kimia. Pemakaian kertas atau karton untuk isolasi listrik antara lain sebagai isolator pada kabel tanah yang berperisai, dalam pemasangannya kertas tersebut dilapisi sejenis bahan timbel, penyaring minyak transformator, dielektrik kapasitor, serta sebagai kertas pada peralatan telepon.
Kertas yang digunakan sebagai bahan isolasi dibuat dari bubur kertas atau pulp melalui proses kimia. Untuk mendapatkan selulose murni , bubur kertas diaduk dalam tangki bersama-sama dengan bahan kimia.
3. KARET
Salah satu contoh pengunaan isolasi karet sebagai pelkindung penghantar dapat dilihat pada penghantar jenis NGA. Bahan pelindung dari karet kurang mnemiliki daya tahan yang lama, sehingga pada poemasangannya harus mengunakan pelindung lagi yaitu berupa kain anyaman. Namun demikian, karet sangat baik untuk penyekat listrik dan juga memiliki sifat elastis dan tahan terhadap panas.
4. PVC
Bahan isolasi yang terbuat dari PVC termasuk bahan yang dapat diandalkan poenggunaannya dalam jaringan instalasi listrik. Dalam pemakainannya bahan PVC dapat digunakan tanpa menggunakan bahan pelindung lainnya. Contoh :
Pada penghantar NYA. Bahan PVC juga dipakai pada NYM atau NYY yang memiliki daya sekat yang lebih besar karena dilengkapi dengn bahan isolasi PVC yang dibuat berlapis. Kelebihannya memiliki daya sekat yang tinggi, ringan, tahan air dan murah, namun kurang tahan terhadap panas dan beban berat.